Amir Tosina Desak 3 Perusahaan di Bonles Perbaiki Jalan Rusak

img

Amir Tosina.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, BONTANG- Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina, mendesak 3 Perusahaan di Bontang Lestari (Bonles) untuk memperbaiki jalan yang rusak yang meresahkan warga sekitar.

Sebelumnya aksi protes warga local mengatasnamakan Aliansi Pemuda Bonles Bersatu (APBB) ditenggarai karena jalan tak kunjung diperbaiki. Padahal satu-satunya urat nadi yang menghubungkan Bonles dan Kota Bontang. Warga menuntut agar pemerintah memperbaiki akses jalan Bonles yang kerap memakan korban. 

Rencananya pemkot akan mengalokasikan  perbaikan jalan Bonles  menggunakan APBD tahun 2022  Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi.

Namun, sembari menunggu anggaran tersebut diketuk, kemudian melakukan perbaikan. Maka pihaknya telah mendesak tiga perusahaan ikut serta bertanggung jawab atas perbaikan di beberapa titik dan sisi jalan yang rusak.

 Adapun, anggaran yang ditawarkan senilai Rp 1,5 miliar terhadap tiga perusahaan yang berdiri di kawasan tersebut.

"Memang nilai yang kami tawarkan tersebut dinilai berat oleh perusahaan, namun tak masalah. Yang penting mereka serius melakukan perbaikan," ucap Amir saat ditemui usai sidak banjir, di jalan Imam Bonjol, Bontang Selatan, Selasa (9/11/2021).

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Anwar Nurddin, mengaku dua jalan di Bonles, yakni Jalan Moeh Roem dan Jalan Urip Sumaharjo telah mendapat dana alokasi anggaran senilai Rp 400 juta dari Pemkot Bontang.

 "Jadi masing-masing jalan dialokasikan Rp 200 juta," kata Anwar beberapa waktu yang lalu.

 Diketahui pengerjaan perbaikan jalan akan dilakukan minggu depan, dengan target penyelesaian selama 30 hari.

Perbaikan jalan akan difokuskan ke titik terparah. Yaitu Jalan Urip Sumoharjo sepanjang ada 4,9 kilometer dan Jalan Moeh Roem 3 kilometer.

 Perbaikan jalan tersebut akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Dengan begitu anggaran yang digelontorkan bisa dimaksimalkan memperbaiki jalan dengan tingkat kerusakan yang berat.

 "Sebelum perbaikan dilakukan pada lokasi jalan yang mendesak terlebih dahulu. Tujuannya agar bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat," tandasnya.(wan)